Juni 26, 2008
Kategori: Uncategorized . . Penulis: ihsan06 . Komentar: Tinggalkan sebuah Komentar

By ihya ul ihsan on Jun 7, 2008 | Reply
Satu hal yang katanya pasti membedakan manusia prasejarah dengan manusia sejarah adalah kemampuan menulis dan membaca.Namun seringkali manusia sejarah yang mengaku modern masih berprilaku seperti manusia Prasejarah.Dengan menulis dan membaca kehidupan berkembang.Catatan-catatan merupakan alat untuk dapat menuju zaman sejarah.Untuk tetap berada di zaman sejarah kita harus tetap memiliki catatan-catatan.
By ihya ul ihsan on Jun 7, 2008 | Reply
Untuk dapat dikatakatan sebagai manusia yang hidup di zaman sejarah,haruslah mengenal tulisan.Tapi mengenal tulisan saja tidak cukup,kita harus terus menerus menulis.Urusan tulis menulis sangat erat kaitannya dengan otak.Otak manusia terus berevolusi.Dari pemikiran yang sederhana hingga sampai pada tingkat yang lebih kompleks.
By ihsan on Feb 28, 2008 | Reply
Budaya korupsi bangsa Indonesia memang sudah sangat menghawatirkan.Hal ini sebetulnya sudah mendarah daging dalam hidup masyarakat kita.Kebudayaan korupsi sudah tertanam sejak Indonesia masih berupa kerajaan-kerajaan dizaman dahulu jika kita lihat dari segi historisnya.Dikaitkannya budaya korupsi dengan tiga wujud kebudayaan yang disebutkan Koentjaraningrat saya sangat setuju sekali.
By ihsan on Feb 27, 2008 | Reply
Inti dari tulisan anda ini adalah fase-fase perkembangan Antropologi.Hal ini menjadi mudah dimengerti karena disini disebutkan latar belakang timbulnya Antropologi disebabkan oleh adanya keinginan untuk mencari daerah baru.
Terlepas dari empat macam fase perkembangan Antropologi itu,saya sedikit bingung dengan pepatah orang Minang yang bunyinya”mambangkit batang tarandam”.Bahasanya kok mirip dengan bahasa Banjar ya
By ihya ul ihsan on Mar 5, 2008 | Reply
Kata orang budaya itu hasil bentukan manusia yang membuatnya sesuai perkembangan zaman,jadi semakin tinggi dan modern zaman yang dialami oleh manusia maka kebudayaan manusia akan semakin maju.Tapi kenyataannya tidak seperti itu karena ada budaya yang menurut saya justru semakin marosot seperti budaya seks bebas dan lain-lain yang berasal dari dunia barat.
By ihya ul ihsan on Mar 5, 2008 | Reply
Kepribadian dibangun sejak kita,manusia lahir dan disesuaikan dengan tempat dimana kita hidup.Hal ini menyebabkan sifat dasar manusia hanya muncul kadang-kadang.Berbeda dengan binatang yang sudah hidup tanpa aturan sejak lahir sehingga sifat dasarnya selalu muncul.Sebagai manusia yang hidup dengan aturan yang berkembang dimasyarakat maka sudah seharusnyalah memiliki moral yang baik.Jika tidak memiliki moral yang baik dan tidak ingin diatur-atur,hidup saja dengan binatang.
By ihya ul ihsan on Mar 18, 2008 | Reply
Ambil yang positif,buang yang negatif,kita sudah sangat sering mendengar ajakan seperti ini,Kalau saya sih setuju sekali pak,cuma orang Indonesia mungkin akan sedikit kesulitan untuk mengamalkannya karena seperti tulisan EWA yang dulu,orang indonesia mempunyai budaya korupsi yang sudah mendarah daging.maunya pasti cuma mengambil enaknya tanpa memperdulikan positif ataupun negatifnya.
Budaya memang ada yang positif dan ada yang negatif,tinggal kita yang menentukan budaya yang kita ambil.Yang positif atau yang negatif????
By ihya ul ihsan on Mar 30, 2008 | Reply
Akulturasi muncul akibat adanya pertemuan dua kebudayaan yang berbeda,jadi selama budaya terus selalu berkembang,maka proses akulturasi akan selalu ada,betul nggak?
Menurut saya selain memang menjadi suatu keinginan bagi seseorang untuk menyatukan dua kebudayaan yang berbeda tetapi ada juga sedikit unsur paksaan oleh budaya yang lebih dominan.
By ihya ul ihsan on Apr 1, 2008 | Reply
Asimilasi sama dengan akulturasi,perlu adanya perbedaan kebudayaan.Di sini timbul upaya untuk saling mempengaruhi dan memberikan kesan tentang siapa yang mempunyai kebudayaan yang terbaik.Asimilasi membutuhkan sikap saling menghargai,dan sikap saling beradaptasi.Artinya ketika terciptanya proses adaptasi kebudayaan maka asimilasi akan berjalan mulus dan mudah.
By ihya ul ihsan on Jun 26, 2008 | Reply
Mahasiswa menulis membukktikan betapa mudahnya menulis,karena tanpa harus belajar sekalipun.
moga sukses ya pak tulisan mahasiswanya